GBI MUSI PALEM INDAH
Doa, Pujian dan Penyembahan

GOSYEN : HATI YANG MELEKAT KEPADA TUHAN

GOSYEN : HATI YANG MELEKAT KEPADA TUHAN

 Keluaran 8:22-23

 “Tetapi pada hari itu Aku akan mengecualikan tanah Gosyen, di mana umat-Ku tinggal, sehingga di sana tidak ada terdapat pikat, supaya engkau mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, ada di negeri ini. Sebab Aku akan mengadakan perbedaan antara umat-Ku dan bangsamu. Besok tanda mujizat ini akan terjadi.”

Gosyen ini terhindar dari segala tulah dan malapetaka. Segala malapetaka boleh terjadi di Mesir, tapi yang namanya Gosyen itu ada perlindungan dari Tuhan. Ini perbedaannya Gosyen dengan Mesir.

Resesi boleh terjadi, kekuatiran boleh terjadi, malapetaka boleh terjadi tapi bagi kehidupan yang hidup di tanah penggembalaan, Tuhan menjanjikan ada perlindungan yang sentosa. Bahkan dikatakan walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu, bukankah ini sebuah janji yg sangat istimewa ?

TEMPAT APAKAH GOSYEN ITU ?

Gosyen adalah satu tempat yg istimewa di mata Tuhan.  Ada banyak yang ditimpakan ke tanah Mesir tapi Gosyen terlindungi. Gosyen menjadi sesuatu yang luar biasa di mata Tuhan. Gosyen menjadi fokus buat Tuhan.  Gosyen adalah tempat dimana Tuhan membuat perbedaan antara orang Israel dengan orang Mesir.

Kita yang telah percaya pada Yesus dan telah menyerahkan hidup kita pada Yesus, seharusnya ada perbedaan dalam hidup kita,  SEBELUM dan SESUDAH kita percaya Yesus. Bahkan antara orang percaya yang hidup sungguh-sungguh dengan mereka yang tidak hidup sungguh-sungguh, Tuhan juga membuat perbedaan!

Gosyen sepertinya terisolasi, Gosyen sepertinya terpisah, terkecualikan tapi justru dari sanalah tampak sebuah perbedaan. Lalu bagaimana supaya kita bisa menemukan Gosyen dalam hidup kita? Bagaimana kita bisa tinggal menetap di Gosyen? Apa yg harus kita pergumulkan agar kita menjadi istimewa di hadapan Tuhan?

Arti kata GOSYEN:

“Drawing Near”, mendekat dengan Allah! Duduk di bawah hadirat Allah atau sebuah hati yang melekat kepada Allah.

 

Mazmur 91:14-16

 “Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku. Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku.”

EMPAT KEBENARAN YANG MEMBUAT BANGSA ISRAEL DIPISAHKAN/DIISTIMEWAKAN TUHAN UNTUK BERDOMISILI DI GOSYEN!

  1. Status kelahiran.

Dipisahkan karena mengalami kelahiran baru.

 

Kejadian  43:32

”Lalu dihidangkanlah makanan, bagi Yusuf tersendiri, bagi saudara-saudaranya tersendiri dan bagi orang-orang Mesir yang bersama-sama makan dengan mereka itu tersendiri; sebab orang Mesir tidak boleh makan bersama-sama dengan orang Ibrani, karena hal itu suatu kekejian bagi orang Mesir”

 

Perhatikan kata “tersendiri.” Itu berarti ada pemisahan. Letak Gosyen, walau dekat dengan Mesir tapi terpisah. Merupakan suatu kekejian bagi orang Mesir apabila orang Mesir makan bersama orang Israel, itu berarti harus ada perbedan dalam menu makanan. Ciri orang yang hatinya melekat kepada Allah; memilik ciri dan tanda khusus. Makanan yang kita konsumsi itu sangat menentukan lifestyle/gaya hidup kita. Benih Ilahi yang kita terima itu akan membentuk  gaya hidup kita sebagai orang   percaya yang sudah menerima Pengajaran. Lifestyle kita sebagai orang percaya harus berbeda dengan gaya hidup  orang dunia. Kita harus hidup sesuai dengan Firman yang kita terima sehingga cara hidup, cara kerja, cara berpikir, cara bicaranya semuanya berbeda dengan cara dunia.

Roma 12:2

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

 

Kehidupan kita seharusnya berbeda dengan dunia ini sebab lewat kita menjaga ciri keIbranian kita sebagai orang Kristen yang hidup sungguh-sungguh, maka Tuhan akan membuat perbedaan antara kita dengan orang-orang dunia. Buktikan bahwa kita sdh lahir baru lewat benih Ilahi/makanan yang kita konsumsi selama ini, yakni gandum yang terbaik, makanan yang bernutrisi, makanan super, Firman yang berkualitas, berbobot,  itulah Pengajaran Firman yang kita konsumsi setiap hari Sabtu yang telah membuat hidup kita istimewa di mata Tuhan! 

  1. Status pekerjaan.

Dipisahkan karena kita digembalakan. Gosyen adalah tanah penggembalaan. Salah satu alasan mengapa   orang  Israel diizinkan tinggal di Gosyen adalah karena orang Israel merupakan penggembala kambing domba.

 

Kejadian  46:33

Apabila Firaun memanggil kamu dan bertanya: Apakah pekerjaanmu?

 

Kejadian 47:3

Firaun bertanya kepada saudara-saudara Yusuf itu: “Apakah pekerjaanmu?” Jawab mereka kepada Firaun: “Hamba-hambamu ini gembala domba, baik kami maupun nenek moyang kami.”

Mereka dizinkan tinggal di Gosyen karena pekerjaan mereka berbeda dengan bangsa Mesir. Mari kita refleksikan juga dalam hidup kita sebagai orang percaya, yakni membawa hidup kita digembalakan. Digembalakan artinya mendapat rumput hijau, mendapat pemeliharaan Firman.

Kejadian 47 : 6b

 “….biarlah mereka diam di tanah Gosyen. Dan jika engkau tahu di antara mereka orang-orang yang tangkas, tempatkanlah mereka menjadi pengawas ternakku. “

 

Pengawas ternak di dalam Terjemahan Lama disebutkan gembala dan itu ditetapkan di Gosyen. Itu sebabnya, tanah Gosyen merupakan tanah penggembalaan. Di sana terjadi penggembalaan domba-domba, dan di sana juga terjadi pemeliharaan makanan oleh gandumnya Yusuf.

Digembalakan dan dipelihara Firman, inilah yang membuat kita dibedakan Tuhan! Dan saat hidup kita digembalakan maka ada perkara2 dahysat yang akan kita alami. Mungkin dunia berkata untuk apa digembalakan? Untuk apa hidup sungguh-sungguh? Namun justru lewat kita membawa diri digembalakan seolah-olah kita sedang mengakui status kita sebagai orang Kristen yang hidup sungguh-sungguh dan karena keberanian kita itulah maka secara otomatis dunia akan menolak kita, karena memang pekerjaan peternak/gembala merupakan kekejian bagi Mesir, namun merupakan keistimewaan bagi Tuhan!  Jangan takut dengan apa kata dunia, jangan takut dikucilkan dunia, yang jelas saat kita berani bertindak hidup dalam penggembalaan, kitapun akan diistimewakan Tuhan!

  1. Status Warga.

Dipisahkan karena hati kita tidak melekat dengan dunia.

Kejadian 47:4

” Lagi kata mereka kepada Firaun: “Kami datang untuk tinggal di negeri ini sebagai orang asing,… maka sekarang, izinkanlah hamba-hambamu ini menetap di tanah Gosyen.”

Ketika adanya pengakuan bahwa mereka adalah orang asing dan perantau, maka pada akhirnya merekapun diizinkan untuk menetap di Gosyen. Ini perlu kita aplikasikan juga dalam hidup kita, sebab kenyataannya kita emang hanya orang asing dan pendatang di bumi ini.

Ibrani 11:13

Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.

 

1 Petrus 2:11

Saudara-saudaraku yang kekasih, aku menasihati kamu, supaya sebagai pendatang dan perantau, kamu menjauhkan diri dari keinginan-keinginan daging yang berjuang melawan jiwa.


Kata asing berarti kita tdk akan tinggal lama di ‘sini’, hanya sementara saja, kita hanya transit saja, sebab apa? Sebab perjalanan kita  ada destinasinya, ada tempat tujuan. Dan tempat tujuan perjalanan kita adalah tanah air surgawi, makanya kita harus punya visi bahwa satu hari kita akan kesana sehingga dengan demikian hati kita tidak akan melekat pada kemewahan dunia, lalu membangun kerajaan di sini.

Jangan terlalu merasa betah di ‘tanah asing’ ini ( dunia ). Lihat saja Abraham. Ketika ia tiba di negeri perjanjian, ia tidak membangun rumah yg permanen. Ia mendirikan kemah yang mudah dibongkar kapan saja.

 

Ibrani 11:9

Karena iman ia diam di tanah yang dijanjikan itu seolah-olah di suatu tanah asing dan di situ ia tinggal di kemah dengan Ishak dan Yakub, yang turut menjadi ahli waris janji yang satu itu.

 
Menurut Abraham, dunia ini hanyalah “tanah asing.” Abraham sadar dirinya hanyalah pendatang. Sadarilah, kewargaan kita yg sesungguhnya ada di surga, bukan di dunia ini.  Maka dari itu, jangan merasa terlalu betah tinggal di dunia ini sebab jika kita merasa menjadi warga tetap bumi ini, fokus kitapun adalah perkara dunia. Apa yang kita pikirkan tentang dunia ini lebih mempengaruhi kita daripada apa yang dunia pikirkan tentang kita. Akibatnya kita gagal menjadi yang istimewa di mata Tuhan. Mari, jadilah seperti saudara-saudaranya Yusuf yang berani mengaku bahwa kita hanyalah pendatang dan perantau saja, niscaya kita menjadi orang-orang special di mata Tuhan.

  1. Status Kepemilikan.

Dipisahkan karena kita memiliki tanda Darah Yesus yang telah menebus kita menjadi miliki kepunyaanNya sehingga kita diistimewakan. Bangsa Mesir terkena 9 tulah, dan orang Israel terluput. Tetapi tulah yg ke 10 itu begitu serius sebab tidak ada satu orangpun yang bisa terhindar nantinya, kecuali… Kecuali apa ? Kecuali mereka melakukan syarat yang diberikan Tuhan.

Apa syaratnya ?

Pada tulah ke-10  Tuhan memberikan syarat pd orang Israel, yakni mereka harus menyembelih anak domba dan darahnya harus disapukan pada ambang pintu dan kedua tiang pintu. Ketika malaikat maut datang dan melihat ada tanda darah, ia melewatinya dan tidak terjadi kematian.

Jadi, tanda darahlah yang membuat perbedaan. Darah anak domba Paskah  (kalau skrg menunjuk pada Darah Kristus) telah membuat perbedaan dan menjadi perlindungan bagi bangsa Israel di tanah Mesir. Kalau pada zaman dulu darah domba saja sanggup membuat perbedaan (orang Mesir dihukum, orang Israel luput dari penghukuman), apalagi darah Anak Domba yang tak bercacat cela, yaitu Darah Yesus! Darah Yesus sanggup memberikan perlindungan yang seutuhnya dalam kehidupan kita. 

Kalau di Gosyen terjadi perlindungan karena orang Israel memenuhi syarat/cara yang telah ditentukan Tuhan yakni darah domba harus dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan ambang atas pada setiap pintu rumah; kalau dalam PL darah anak domba dikuaskan ke  ambang atas dan kedua tiang pintu rumah, tapi dalam PB darah itu harus dipercikan. Lalu apa artinya darah itu dipercikan ? Dipercikan = diperkatakan.

Ibrani 9:19-20

”Sebab sesudah Musa memberitahukan semua perintah hukum Taurat kepada seluruh umat, ia mengambil darah anak lembu dan darah domba jantan serta air, dan bulu merah dan hisop, lalu memerciki kitab itu sendiri dan seluruh umat, sambil berkata: “Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu.”

 

Musa memercikan darah anak lembu/domba itu sambil berkata: ”Inilah darah perjanjian yang ditetapkan Allah bagi kamu.” Artinya utk kita bisa mengalami kuasa Darah Yesus yang dahsyat maka kita harus perkatakan itu lewat mulut kita bahwasanya: Darah Yesus berkuasa, Darah Yesus sanggup meng-cover hidup kita, Darah Yesus sanggup menyembuhkan, Darah Yesus berkuasa memulihkan dsbnya. Nah pada saat kita memercikan Darah Yesus dalam hidup kita lewat kita memperkatakannya maka pada saat itu juga terjadi perbedaan!  Darah Yesus akan membuat kita dibedakan dgn org lain, membuat hidup kita dibela dan dilindungi Tuhan, luput dari malapetaka yg menimpa Mesir/dunia.

Rahab memiliki tanda darah, sehingga hidupnya terlindungi, keluarganya ter-coverin. Rahab dibedakan dari yg lain oleh karena ia memiliki tanda darah. Orang-orang Yerikho semuanya binasa, mati konyol, kecuali Rahab dan keluarganya. Rahab dibedakan!

Semua orang yg ada di dunia ini membutuhkan perlindungan dalam hidupnya, baik itu perlindungan dari segala marabahaya, sakit penyakit dan juga maut yang setiap saat bisa mengancam hidup manusia bahkan gangguan dari si jahat, namun Darah.

Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.