π Yakobus 4:13β17
13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: βHari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untungβ,
14 sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. 15 Sebenarnya kamu harus berkata: βJika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.β 16 Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah.
17 Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.
Mari kita belajar 3 (tiga) kesalahan besar yang sering kita lakukan tentang masa depan.
βΈ»
#1. Kesalahan Pertama: Kita Buat Rencana Tanpa Melibatkan Tuhan.
π Yakobus 4:13
13 Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: βHari ini atau besok kamiberangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untungβ,
Bayangkan seseorang berkata: βBesok aku akan ke kota anu, aku akan tinggal setahun, aku berdagang, aku
Itu bukan salahβpunya rencana itu baik.
Tapi masalahnya: ia tidak pernah melibatkan Tuhan.
Masa depan itu penuh ketidakpastian
oleh sebab itu penting untuk memastikan “Siapa yang menyertai kita.
Masa Depan itu ditentukan oleh “Seberapa Dekatnya Kita dengan Tuhan.”
Kisah Yusuf, ia dekat dengan Tuhan
Yusuf, seorang yang memiliki kedekatan hubungan dengan Tuhan. Ia memiliki masa depan dan harapannya tidak hilang. Alkitab mengatakan bahwa Tuhan menyertai Yusuf sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya (Kejadian 39:2, 23).
Kisah Seorang Pengusaha
Ada seorang pengusaha sukses.
Jadwalnya penuh sampai 2 tahun ke depan.
Ia sudah atur kapan ke luar negeri, siapa mitranya, berapa untung yang akan diperoleh. Semua sudah tertulis rapi.
Tapi suatu hari dokter berkata: βBapak, penyakit ini serius. Semua rencana harus dibatalkan.β Barulah ia sadar, betapa rapuhnya hidup manusia. Kita bisa membuat banyak rencana, tapi hanya Tuhan yang tahu hari esok.
π Yesaya 30:1β2
Tuhan menyebut bangsa Israel βanak-anak pemberontakβ karena membuat rencana tanpa meminta keputusan Tuhan.
π Kisah Ishak
Saat kelaparan melanda, semua orang pergi ke Mesir.
Secara logika, itu langkah yang wajar.
Tapi Tuhan berkata kepada Ishak: βJangan pergi ke Mesir, tinggal di tanah yang Kukatakan.β (Kejadian 26:1-5).
Ishak taat, ia menabur, dan ia pun menuai 100 kali lipat.
Justru di masa krisis, ia menjadi sangat kaya,
karena ia melibatkan Tuhan (Kejadian 26:12-14)
π Pesannya:
- Jangan membuat rencana yang hanya penuh kata βakuβ¦ akuβ¦ akuβtanpa βTuhan.β
- Sebelum tanda tangan kontrak, sebelum ambil keputusan, tanyakan dulu: βApakah ini kehendak Tuhan?β
- Doa bukan stempel di belakang rencana, tetapi fondasi di depan setiap rencana.
βΈ»
#2. Kesalahan Kedua: Kita Menganggap Sudah Tahu akan Hari Esok
π Yakobus 4:14
Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap.
Hidup itu rapuh. Seperti uap kopi yang hilang dalam sekejap. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok.
Kisah Orang kaya yang bodoh.
π Lukas 12:16β21
16 Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: βAda seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya.
17 Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab akutidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. 18 Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan mer
20 Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? 21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.β
Saat lahir, kita datang dengan tangan kosong,
Saat pergi pun, kita akan keluar dengan tangan kosong.
Pertanyaannya:
Di sepanjang hidup ini, Apakah pengejaran kita hanya
- Tangan ini menjadi penuh: mengumpulka
n harta bagi diri sendiri? - Hati ini menjadi penuh dengan Kasih-Nya: kaya di hadapan Allah?
π Pesannya:
- Kita tidak tahu masa depan. Tetapi kita tahu Siapa yang memegang masa depan.
- Janganlah kuatir akan hari esok, tetapi fokuslah setia pada hari ini (Matius 6:34)
- Lakukan bagian kita hari ini: Doa, Renungkanlah firman Tuhan, Hiduplah dalam Kasih, Lakukanlah yang Terbaik. Sisanya percayakan pada Tuhan.
βΈ»
#3. Kesalahan Ketiga: Kita Menunda Berbuat Baik.
π Yakobus 4:17
Jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.β
Banyak orang berkata: βNanti saja saya mengampuniβ¦
nanti saja saya ikut baptisanβ¦ nanti saya melayani.β
Tetapi sering kali βnantiβ berubah jadi βtidak pernah.β
Kisah Bartimeus
Alkitab menceritakan kisah seorang pria buta bernama Bartimeus. Suatu hari, ketika Yesus dan para pengikut-Nya meninggalkan Yeri
Ketika Bartimeus bangun pagi itu, ia sama sekali tidak menyangka bahwa hari itu Yesus akan lewat di hadapannya.
Ia pikir itu hanyalah hari biasa: tempat yang sama, teriakan yang sama, keadaan yang sama. Tetapi tiba-tiba Yesus ada di sana.
Bartimeus tidak punya waktu untuk bersiap atau memikirkan tanggapannya. Itu hanyalah sebuah kesempatan yang datang begitu saja. Dan ia memilih untuk menangkap momen itu.
Ia memutuskan untuk tidak menunda atau menangguhkan.
Ia akan melakukannyaβsekarang juga.
Itulah kunci pertama untuk memulai kembali hidup dan pelayanan Anda juga: Apa pun yang akan Anda lakukan, lakukanlah sekarang.
Jangan berkata, βTahun depan saya akan membereskan percakapan sulit itu,β atau βBulan depan saya akan mulai menanamkan hidup ke dalam seorang pemimpin muda,β atau βBesok saya akan akhirnya mengurus area hidup saya yang ini.β Tidak ada nanti. Sekarang atau tidak sama sekali.Tangkaplah momen itu!
Setiap minggu kita punya kesempatan untuk memulai yang baru dalam pelayanan, tetapi terlalu sering kita membiarkannya lewat begitu saja. Mengapa? Karena kita menunda-nunda.
Penundaan itu fenomena yang aneh.
Kita pikir itu membuat hidup lebih mudah, padahal sebaliknya. Penundaan
Ketika Anda tahu apa yang benar untuk dilakukan,
hari inilah waktunya melakukannya.
Alkitab berulang kali memperingatkan tentang bahaya menunda.
Lukas 9:62
Tetapi Yesus berkata: βSetiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang (menunda), tidak layak untuk Kerajaan Allah.”
Apa pun yang Tuhan dorong untuk Anda lakukan dalam baptis selam, mengampuni, mendoakan, menolong, melayani Tuhan, lakukanlah hari ini. Jangan tunda.
Ikutilah teladan Bartimeus dan tangkaplah momen itu.
Murid-murid Yesus
Ketika Yesus memanggil, mereka segera meninggalkan jala dan mengikuti-Nya. Mereka tidak menunda (Markus 1:18).
π Pesannya:
- Jangan Menunda Berbuat Baik melayani, menolong dan memberisupaya tidak kehilangan kesempatan emas yang Tuhan berikan.
- Jika Tuhan mendorong untuk mengampuni, La
kukanlah sekarang.
βΈ»
Penutup.
Hidup kita seperti buku. Kita bisa menulis rencana di setiap halamannya, tapi pena terakhir selalu ada di tangan Tuhan.
Tiga kesalahan menghadapi masa depan:
1. Merencanakan tanpa Tuhan.
2. Menganggap tahu hari esok.
3. Menunda kebaikan.
π Amsal 16:3
Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN,
maka terlaksanalah segala rencanamu.β
Hadapilah masa depan dengan Hikmat Tuhan:
- Libatkanlah Tuhan,
- Berlaku Setialah hari ini,
- Segera Lakukanlah Perbuatan Baik.