📖 Amsal 3:5-6
5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu,
dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
6 Akuilah Dia dalam segala lakumu,
maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Bayangkan seorang anak kecil memegang segenggam mainan rusak. Ayahnya datang sambil membawa hadiah baru.
Tapi anak itu tidak mau melepaskan mainan lamanya.
Apa yang terjadi?
Selama ia masih menggenggam yang lama,
ia tidak bisa menerima yang baru.
Begitu juga dengan hidup kita.
Selama kita masih memegang masa lalu, rencana/kebenaran sendiri, atau rasa sakit hati; kita tidak akan bisa menerima perkara besar yang Tuhan sediakan.
Itulah arti Surrender Life.
⸻
1. Ketika Kita Berserah, Kita Membuka Pintu Anugerah bagi Hal-hal Besar Di Depan Kita.
📖 Yesaya 43:18-19
18 firman-Nya: ”Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu,
dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!
19 Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru,
yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?
Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun
dan sungai-sungai di padang belantara.
📖 Kisah Abraham.
Abraham menunggu 25 tahun untuk Ishak.
Anak itu adalah jawaban doa, janji Tuhan, masa depannya.
Tetapi pada suatu hari, Tuhan berkata: “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu” (Kejadian 22:2).
Itu perintah yang tak masuk akal. Tetapi Abraham taat.
Di saat ia mengangkat pisau, malaikat menghentikannya.
Tuhan berkata: “Sekarang Aku tahu engkau takut akan Allah.” Dan janji Tuhan yang besar dilepaskan …
📖 Kejadian 22:17-18
17 maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-
Saat Abraham menyerahkan Ishak, anak yang paling ia kasihi, Abraham sedang membuka pintu bagi sesuatu yang lebih besar.
Apa yang kita letakkan di Mezbah bagi Tuhan,
Tuhan akan menggantikannya dengan berkat yang lebih besar dan pengurapan yang lebih dahsyat.
Di sini pentingnya bagi Anda semakin dekat dengan Tuhan supaya Anda semakin peka mendengar dan mengerti perintah firman-Nya. Doa, pujian, penyembahan dan merenungkan firman Tuhan adalah disiplin rohani untuk membangun Surrender Life.
⸻
2. Ketika Kita Berserah Bukan Berarti Kita Menyerah Kalah.
📖 Amsal 3:5-6
5 Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu,
dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
6 Akuilah Dia dalam segala lakumu,
maka Ia akan meluruskan jalanmu.
📖 Kisah Musa.
Musa, sebagai anak angkat puteri Firaun;
Musa punya semua yang dunia tawarkan: Status Pangeran Mesir, Pendidikan Terbaik, Kekayaan, dan Kekuasaan.
Tetapi Ibrani 11 menjelaskan tentang keputusan Musa,
📖 Ibrani 11:24-27
24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, 25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allahdari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.
26 Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.
27 Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan.
Musa memilih menanggung sengsara bersama umat Allah daripada menikmati kesenangan dosa sesaat.
Ia menyerahkan identitas Mesirnya demi panggilan Allah.
Apakah itu mudah? Tidak.
Musa harus masuk padang gurun selama 40 tahun.
Tapi dari penyerahan itu,
Musa dipakai Tuhan untuk memimpin Israel keluar dari perbudakan. Musa dipercaya menulis Hukum Taurat.
Musa telah menjadi orang besar di hadapan Tuhan dan manusia.
Kisah Yesus di Getsemani
Tuhan Yesus berdoa …
📖 Lukas 22:42
42 ”Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi.”
Tuhan Yesus bisa memilih jalan mudah, tetapi Ia menyerahkan diri.Hasilnya? Keselamatan bagi dunia.
Rasul Paulus menasihati kita untuk teladani Surrender Life-nya Yesus Kristus.
📖 Filipi 2:5-11
5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,
6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, 7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, 10 supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, 11 dan segala lidah mengaku: ”Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa!
Surrender Life adalah menaruh hidup di tangan satu-satunya Pribadi yang tidak pernah gagal.
3. Ketika Kita Berserah, Kita Mengalami Kesembuhan dan Pemulihan Seutuhnya.
📖 Ibrani 12:1
Marilah kita menanggalkan
📖 Kisah Rut
Rut kehilangan suami, tinggal di negeri asing, tanpa masa depan.
Tapi Rut memilih menyerahkan
Dari keputusan Rut menyerahkan Moab, Masa Lalu-nya;
Tuhan mempertemukan Rut dengan Boas,
dan Ruth masuk dalam garis keturunan Yesus Kristus.
📖 Kisah Yusuf
Yusuf dijual, difitnah, dipenjara.
Ia punya semua alasan untuk pahit.
Tapi ketika saudara-saudaranya datang, ia berkata:
“Kamu memang mereka-reka yang jahat, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan.” (Kejadian 50:20).
Yusuf menyerahkan hak untuk membalas,
dan justru dipakai Allah menyelamatkan banyak orang.
Perkataan Tuhan Yesus yang pertama ketika Dia ada di kayu salib, “YaBapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.” (Lukas 23:34)
Pengampunan adalah bentuk tertinggi dari penyerahan.
Saat kita menyerahkan rasa sakit dan kepahitan,
kita membuka pintu kesembuhan dan pemulihan seutuhnya.
⸻
Penutup – Saat Kita Melepaskan, Tuhan Bertindak.
Hidup yang diserahkan bukanlah Kehilangan
- Abraham → menyerahkan Ishak, dia menerima janji bangsa besar.
- Musa → menyerahkan Mesir, dia menerima panggilan memimpin bangsa.
- Yesus → menyerahkan hidup, dunia menerima keselamatan.
- Rut dan Yusuf → menyerahkan masa lalu, mereka menerima pemulihan dan masa depan mulia.
Kalimat Penutup:
Hidup yang diserahkan kepada Yesus adalah
hidup yang paling aman, hidup yang paling bebas,
hidup yang paling diberkati,
karena berada sepenuhnya di tangan Tuhan.
📖 Mazmur 37:5
Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak.